Sakit Leher Belakang? Waktu Munculnya Menentukan Penyebabnya

Bangun tidur, Anda coba menoleh ke kiri. Tidak bisa. Ada yang menarik di tengkuk, dan seluruh badan ikut berputar supaya kepala tidak perlu bergerak sendiri.
Kalau itu terjadi sesekali, wajar. Kalau sudah hampir tiap minggu, leher Anda sedang mengirim tagihan atas sesuatu yang Anda lakukan setiap hari tanpa sadar.
Kabar baiknya, sebagian besar sakit leher belakang berasal dari hal yang bisa Anda ubah sendiri. Petunjuk paling cepat untuk menemukannya bukan di lokasi nyerinya, melainkan di waktu munculnya. Tapi sebelum itu, pastikan dulu keluhan Anda bukan yang satu ini.
Berhenti Dulu Kalau Ada Tanda Ini
Sebagian kecil kasus bukan urusan pegal biasa. Cari pertolongan medis sekarang juga kalau sakit leher belakang Anda disertai:
- Bicara pelo, wajah turun sebelah, atau satu sisi tubuh melemah
- Demam tinggi dan leher kaku sampai sulit menunduk
- Nyeri hebat setelah jatuh, kecelakaan, atau kepala terbentur
- Kebas menjalar ke lengan disertai tangan yang melemah
- Gangguan buang air yang muncul bersamaan
Jangan dikerok dulu, jangan dipijat dulu. Lima tanda itu bisa menunjuk ke stroke, infeksi selaput otak, atau penekanan saraf yang berat.
Kalau tidak ada satu pun, lanjutkan membaca. Kemungkinan besar penyebabnya ada di bagian berikutnya.
Kapan Lehernya Paling Terasa Sakit?
Ini pertanyaan yang jarang ditanyakan orang pada dirinya sendiri, padahal jawabannya hampir selalu menunjuk langsung ke penyebabnya. Cocokkan keluhan Anda dengan lima pola di bawah ini.
Paling sakit saat bangun tidur. Tersangkanya bantal. Terlalu tinggi, leher Anda tertekuk sepanjang malam. Terlalu rendah, otot bekerja semalaman menahan kepala. Orang menyebutnya salah bantal, dan biasanya hilang dalam dua sampai tiga hari.
Makin sore makin berat. Ini pola khas pekerjaan. Pagi masih enak, menjelang pulang tengkuk terasa seperti dibebani. Artinya otot leher Anda bekerja nonstop menahan kepala di posisi yang sama sejak pagi.
Baru terasa sehari setelah beraktivitas. Angkat galon, bersih-bersih rumah, atau perjalanan jauh dengan rem mendadak. Otot dan ligamen leher sempat tertarik, dan tubuh baru mengirim sinyalnya besok pagi.
Datang saat Anda sedang banyak pikiran. Coba perhatikan bahu Anda sekarang. Kalau terasa naik mendekati telinga, itu otot trapezius yang mengeras karena stres.
Sudah berbulan-bulan dan tidak pergi-pergi. Ini yang perlu diperiksakan, bukan ditebak sendiri. KlikDokter mencatat sakit leher yang berlangsung lama dapat berkaitan dengan perubahan pada ruas tulang leher, radang sendi, sampai penekanan saraf, sehingga perlu diagnosis dokter.
Baca Juga : Penyebab Badan Pegal Linu, dari yang Ringan sampai yang Perlu Diwaspadai
Kalau Pemicunya Posisi Kerja: Perbaiki Tinggi Layar
Letakkan bagian atas layar setara garis mata, pakai penyangga atau tumpukan buku. Untuk ponsel, angkat tangan mendekati wajah, jangan kepala yang turun.
Ini satu-satunya perubahan yang berjalan sendiri tanpa Anda ingat-ingat lagi. Makin dalam kepala menunduk, makin besar beban yang ditanggung otot tengkuk, dan beban itu berlangsung selama jam kerja Anda.
Satu kebiasaan yang sebaiknya dihentikan: memutar leher satu putaran penuh sampai bunyi "krek". Bunyi itu tidak memperbaiki apa pun, tapi sendi kecil di belakang leher Anda yang menanggungnya. Ganti dengan mencondongkan kepala ke satu sisi, tahan setengah menit, lalu bergantian.
Kalau Pemicunya Posisi Tidur: Perbaiki Tinggi Bantal
Yang menentukan bukan empuknya, melainkan tingginya. Tidur menyamping butuh bantal yang cukup tinggi untuk mengisi jarak bahu ke kepala. Tidur telentang justru butuh yang tipis. Tidur tengkurap paling bermasalah, karena kepala harus menoleh ke satu sisi sepanjang malam.
Kalau salah bantal berulang meski bantalnya sudah diganti, pemicunya biasanya bukan di kamar tidur, melainkan di meja kerja.
Baca Juga : Pegal Linu Obatnya Apa? Ini 8 Cara yang Bisa Dicoba
Sampai Mana Batasnya Kerokan dan Koyo?
Jujur saja, ini yang Anda lakukan duluan sebelum membuka artikel ini. Tidak apa-apa. Tapi ada batas yang jarang dijelaskan.
Kerokan memang melegakan, dan rasa lega itu nyata. Guratan merahnya berasal dari pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit, dan hilang sendiri. Jangan dikerok kalau Anda punya gangguan pembekuan darah, sedang minum obat pengencer darah, kulitnya sedang luka, atau sedang demam.
Koyo dan balsem bekerja dengan memberi sensasi hangat atau dingin yang mengalihkan rasa nyeri. Ikuti lama pemakaian di kemasan, jangan ditempel di kulit yang luka, dan jangan dipanaskan dengan botol air panas.
Kalau rasa nyerinya masih mengganggu, obat pereda nyeri bebas bisa jadi pilihan tambahan. Kementerian Kesehatan mengingatkan agar parasetamol dipakai sesuai aturan pada kemasan dan tidak melebihi batas maksimal, karena pemakaian berlebihan berisiko merusak hati.
Satu hal yang perlu disadari: semua itu meredakan rasa, bukan memperbaiki sebabnya. Kalau Anda sudah kerokan tiap dua minggu selama setahun, yang perlu diubah bukan frekuensi kerokannya.
Kalau Nyerinya Menjalar ke Lengan
Pegal otot dan penekanan saraf terasa berbeda, dan membedakannya menentukan langkah Anda selanjutnya.
Pegal otot terasa tumpul, menyebar di tengkuk dan bahu, membaik setelah diistirahatkan, dan tidak pergi ke mana-mana. Penekanan saraf terasa tajam atau seperti tersetrum, menjalar mengikuti jalur saraf sampai lengan atau jari, sering disertai kebas, dan kadang membuat tangan sulit menggenggam. Nyeri saraf juga bisa muncul saat Anda sedang berbaring tanpa melakukan apa pun.
Kalau pola yang Anda rasakan lebih mirip yang kedua, jangan dipijat dulu sebelum diperiksa.
Baca Juga : Tangan Sering Kesemutan? 10 Penyebab dan Kapan ke Dokter
Kalau Pegalnya Sering Kambuh
Banyak orang memakai jamu untuk keluhan pegal yang berulang. Kalau Anda termasuk, satu hal ini jangan dilewatkan: cek nomor izin edarnya lebih dulu lewat Cek BPOM. Gratis, kurang dari tiga menit, dan produk yang berani menjanjikan sembuh dari saraf kejepit justru yang patut Anda curigai, karena izin edar jamu tidak pernah memberi klaim sejauh itu.
Zuo Hao Shi terdaftar dengan nomor TR 233073191, dan klaimnya memang hanya sampai membantu meredakan pegal linu serta nyeri pada persendian. Tidak lebih.
Seperti produk herbal lainnya, Zuo Hao Shi sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil dan menyusui, anak-anak, serta penderita gangguan fungsi hati atau ginjal tanpa konsultasi lebih dulu. Bagi yang sedang menjalani pengobatan dari dokter, tanyakan dulu kepada dokter atau apoteker.
Baca Juga : Cara Cek Nomor Izin Edar BPOM Jamu dan Obat Herbal
Kapan Berhenti Mencoba Sendiri
Di luar lima tanda darurat di awal artikel, periksakan diri kalau sakit leher belakang Anda tidak membaik lebih dari satu minggu meski posisi kerja dan bantal sudah diperbaiki, keluhannya makin memberat dari hari ke hari, atau mulai mengganggu tidur.
Pemeriksaannya biasanya tidak seseram yang dibayangkan. Dokter mulai dari pemeriksaan fisik dan riwayat keluhan. Rontgen atau MRI hanya diperlukan pada kasus tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa leher belakang sakit saat bangun tidur? Paling sering karena posisi tidur atau tinggi bantal yang membuat leher tertekuk semalaman. Kalau tetap berulang meski bantal sudah diganti, ketegangan dari posisi kerja siang hari biasanya ikut berperan.
Berapa lama salah bantal sembuh? Dua sampai tiga hari. Lewat seminggu dan masih sulit menoleh, sebaiknya diperiksakan.
Apakah sakit leher belakang tanda kolesterol tinggi? Tidak ada bukti yang menghubungkan keduanya. Kolesterol tinggi umumnya tidak bergejala dan hanya ketahuan lewat pemeriksaan darah.
Bolehkah tengkuk yang pegal dikerok? Boleh untuk keluhan ringan, kecuali Anda punya gangguan pembekuan darah, sedang minum obat pengencer darah, kulitnya luka, atau sedang demam.
Bantal seperti apa yang cocok untuk leher? Yang tingginya menjaga leher tetap sejajar tulang belakang saat berbaring. Tidur menyamping butuh bantal lebih tinggi, tidur telentang butuh yang lebih tipis.



