Titik Pegal di 7 Profesi, dari Petani sampai Pengemudi Ojol

Petani biasanya pegal di pinggang, kasir di telapak kaki, pengemudi ojol di pergelangan tangan. Setiap pekerjaan meninggalkan pegal di tempat yang berbeda, karena setiap pekerjaan membebani bagian tubuh yang berbeda pula.
Mengenali titik pegal khas pekerjaan Anda punya manfaat praktis. Anda jadi tahu bagian mana yang perlu dijaga, kebiasaan mana yang perlu diubah, dan kapan pegal itu sudah bukan pegal kerja biasa.
Berikut tujuh pekerjaan dengan pola pegal yang paling khas, lengkap dengan titik pegalnya dan satu kebiasaan kecil yang paling berpengaruh untuk masing-masing.
1. Petani

Pegal paling sering terasa di pinggang, lutut, bahu, dan pergelangan tangan.
Menanam padi, menyiangi rumput, atau memanen sayur membuat badan membungkuk berjam-jam. Posisi ini membebani otot dan sendi di punggung bawah, yang lama-lama terasa pegal sampai sulit berdiri tegak sepulang dari sawah. Lutut ikut bekerja keras saat jongkok lama, sedangkan mencangkul dan mengayun sabit menguras bahu dan pergelangan.
Kebiasaan yang paling berpengaruh adalah mengganti posisi setiap 20 sampai 30 menit. Selingi membungkuk dengan berlutut di atas alas, atau duduk di dingklik kecil saat menyiangi. Saat berdiri lagi, luruskan punggung pelan-pelan dengan kedua tangan di pinggang.
Kalau pinggang yang pegal mulai disertai nyeri yang menjalar ke tungkai, itu sudah berbeda dari pegal kerja biasa.
Baca Juga : Pegal Linu Biasa atau Saraf Kejepit? Cara Membedakannya Sendiri dan Tanda Kapan Harus ke Dokter
2. Pekerja Bangunan

Bagian yang paling sering pegal adalah pinggang, bahu, leher, dan siku.
Mengangkat sak semen, memanggul besi, dan mendorong gerobak membebani punggung bawah dan bahu. Memukul palu atau memegang bor yang bergetar sepanjang hari membuat otot lengan bawah terus tegang. Akibatnya, sisi luar siku sering terasa nyeri saat menggenggam atau memutar pergelangan.
Yang paling berpengaruh adalah cara mengangkat. Tekuk lutut, bukan membungkuk, lalu dekatkan beban ke badan. Jangan memutar badan sambil mengangkat, dan kalau harus berbelok, putar kaki lebih dulu. Untuk alat bergetar, beri jeda setiap beberapa puluh menit dan gunakan sarung tangan tebal.
3. Ibu Rumah Tangga

Pegalnya biasanya terkumpul di pergelangan dan pangkal ibu jari, bahu, serta pinggang.
Pekerjaan rumah tangga jarang dihitung sebagai kerja fisik, padahal bebannya nyata. Mengulek sambal, memeras cucian, dan memotong sayur membebani pergelangan dan pangkal ibu jari secara berulang. Menggendong anak selalu di sisi yang sama membuat bahu dan pinggang di sisi itu bekerja lebih keras. Menyetrika di meja yang terlalu rendah membuat punggung terus membungkuk.
Kebiasaan kecil yang paling membantu adalah bergantian sisi saat menggendong dan mengatur meja setrika setinggi pinggang. Kalau pergelangan mulai sering kesemutan di malam hari, terutama di ibu jari sampai jari tengah, itu tanda saraf di pergelangan perlu diperiksakan.
4. Guru

Keluhan yang paling sering muncul ada di betis, telapak kaki, punggung bawah, leher, dan bahu.
Guru bisa berdiri berjam-jam di depan kelas, dan berdiri diam lebih melelahkan daripada berjalan, karena otot betis dan punggung harus terus menahan posisi yang sama. Menulis di bagian atas papan membuat lengan terangkat dan leher mendongak. Setelah itu, memeriksa tumpukan tugas sambil menunduk membebani leher dari arah sebaliknya.
Kebiasaan yang paling berpengaruh adalah berjalan di antara bangku siswa alih-alih berdiri diam di depan, serta menulis di bagian papan yang setinggi mata. Saat memeriksa tugas, angkat kertasnya mendekati mata, jangan kepala yang turun mendekati kertas.
Baca Juga : Pegal Linu Obatnya Apa? Ini 8 Cara yang Bisa Dicoba
5. Kasir dan Pramuniaga

Pegal paling terasa di telapak kaki, lutut, punggung bawah, dan pergelangan tangan.
Kasir minimarket dan penjaga toko berdiri di tempat yang sama hampir sepanjang shift, sering di atas lantai keramik yang keras. Telapak kaki dan lutut menanggung beban paling berat. Memindai barang sambil memutar badan ke kiri dan kanan ratusan kali sehari menambah beban di pinggang dan pergelangan.
Yang paling membantu adalah pijakan kecil setinggi satu balok bata di bawah meja kasir, sehingga satu kaki bisa dinaikkan secara bergantian. Cara sederhana ini mengurangi tegang di punggung bawah. Alas karet di area berdiri dan sepatu bersol empuk juga sangat membantu.
Baca Juga : Tiga Tahap Nyeri Sendi Lutut dan Apa yang Perlu Dilakukan
6. Pekerja Kantoran

Titik pegalnya ada di leher, bahu, pergelangan tangan, dan pinggang.
Pegal pekerja kantoran datang dari diam, bukan dari beban. Layar yang terlalu rendah membuat kepala condong ke depan, tangan di atas mouse menahan posisi yang sama berjam-jam, dan pinggang tertekan karena duduk tanpa jeda.
Kebiasaan yang paling berpengaruh adalah berdiri dan berjalan sebentar setiap 30 sampai 60 menit, misalnya saat mengisi air minum. Selain itu, tinggikan layar sampai bagian atasnya sejajar mata.
Baca Juga : Sakit Leher Belakang? Waktu Munculnya Menentukan Penyebabnya
7. Pengemudi Ojol dan Kurir

Pegal paling sering muncul di pergelangan dan telapak tangan, leher, bahu, dan pinggang.
Pengemudi ojol dan kurir duduk di atas motor delapan jam atau lebih setiap hari. Getaran setang yang terus-menerus membuat telapak tangan sering kebas, terutama kalau setang digenggam terlalu kencang. Helm menambah beban di leher. Jalan berlubang dan getaran jok terus mengguncang punggung bawah, apalagi kalau tas berat digendong di punggung.
Kebiasaan yang paling berpengaruh adalah berhenti sebentar setiap satu sampai dua jam untuk merentangkan jari, memutar pergelangan, dan meluruskan pinggang. Selain itu, genggam setang secukupnya, pakai sarung tangan berbantalan, dan letakkan tas di jok atau boks, bukan di punggung.
Baca Juga : Tangan Sering Kesemutan? 10 Penyebab dan Kapan ke Dokter
Kapan Pegal Kerja Bukan Lagi Pegal Biasa?
Pegal karena pekerjaan punya pola yang mudah dikenali, yaitu terasa sepulang kerja, berkurang setelah tidur, dan membaik saat libur. Cara mengujinya sederhana. Perhatikan pegal Anda setelah dua atau tiga hari tidak bekerja.
Kalau pegalnya tetap sama meski sudah libur, atau justru muncul nyeri yang menjalar, kebas, dan rasa lemah di tangan atau kaki, penyebabnya kemungkinan bukan lagi kelelahan karena kerja. Periksakan diri ke dokter. Pada pekerja yang bebannya tidak bisa dikurangi, pemeriksaan lebih awal juga mencegah keluhan berlarut-larut.
Baca Juga : Penyebab Badan Pegal Linu, dari yang Ringan sampai yang Perlu Diwaspadai
Soal Jamu untuk Pegal Kerja
Untuk pegal linu dan nyeri sendi ringan karena aktivitas sehari-hari, jamu bisa menjadi salah satu pilihan, berdampingan dengan istirahat dan kebiasaan kerja yang lebih baik. Zuo Hao Shi terdaftar di BPOM dengan nomor TR 233073191 dan klaimnya terbatas pada membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian. Jamu tidak menggantikan pemeriksaan bila muncul tanda-tanda di bagian sebelumnya.
Bila Anda sedang hamil atau menyusui, memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal, alergi terhadap salah satu bahannya, atau sedang minum obat dari dokter, tanyakan dulu kepada dokter atau apoteker.
Baca Juga : Zuo Hao Shi Obat Apa? Ini Kegunaan dan Batas Klaimnya
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa pegal paling terasa sepulang kerja, bukan saat bekerja? Saat bekerja, perhatian tertuju pada pekerjaan dan otot masih hangat. Begitu berhenti dan beristirahat, otot yang lelah mulai terasa kaku dan pegalnya baru disadari.
Pekerjaan seperti apa yang paling sering membuat pinggang pegal? Pekerjaan yang banyak membungkuk, mengangkat beban, atau duduk lama tanpa jeda, misalnya petani, pekerja bangunan, pengemudi, dan pekerja kantoran.
Apakah pegal karena pekerjaan bisa dicegah? Tidak selalu bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa dikurangi. Yang paling berpengaruh adalah sering mengganti posisi, memberi jeda, dan mengatur alat kerja agar sesuai dengan tinggi badan.
Berdiri lama atau duduk lama, mana yang lebih membuat pegal? Keduanya sama-sama membuat pegal bila dilakukan dalam posisi yang sama terlalu lama. Yang membantu adalah bergantian, yaitu berdiri sesekali bagi yang banyak duduk, dan duduk atau berjalan sesekali bagi yang banyak berdiri.



