Skip to main content
Semua artikel

Tiga Tahap Nyeri Sendi Lutut dan Apa yang Perlu Dilakukan

Zuohaoshi Official 7 menit baca
Tiga Tahap Nyeri Sendi Lutut dan Apa yang Perlu Dilakukan

Nyeri sendi lutut umumnya berkembang bertahap, mulai dari kaku sebentar di pagi hari, lalu nyeri saat naik turun tangga, sampai terasa meski sedang diam. Penyebab tersering pada usia dewasa adalah osteoartritis atau pengapuran sendi, dan langkah yang perlu diambil berbeda di setiap tahap.

Awalnya cuma terasa saat bangun dari duduk lama. Lalu mulai terasa setiap menuruni tangga. Belakangan, lutut berbunyi setiap kali ditekuk, dan Anda mulai memilih jalan memutar demi menghindari anak tangga.

Keluhan lutut hampir selalu bergerak dalam urutan seperti itu, dan kebanyakan orang baru mencari informasi setelah sampai di tahap ketiga. Padahal yang perlu dilakukan di tahap awal jauh lebih sederhana, dan hasilnya lebih menentukan.

Cocokkan dulu keluhan Anda dengan salah satu dari tiga pola berikut, lalu lompat ke bagian yang sesuai.

  • Tahap awal. Lutut kaku sebentar di pagi hari dan hilang setelah bergerak. Fokusnya pada berat badan dan kebiasaan bergerak.
  • Tahap menengah. Nyeri muncul saat naik turun tangga atau berdiri dari duduk. Fokusnya pada penguatan otot paha dan cara bergerak.
  • Tahap lanjut. Nyeri terasa meski sedang diam, bahkan mengganggu tidur. Fokusnya pada pemeriksaan dokter.

Tahap Awal, Kaku Sebentar lalu Hilang Sendiri

Yang terasa, lutut kaku saat bangun tidur atau setelah lama duduk, tetapi mencair dalam beberapa menit begitu mulai berjalan. Kadang terdengar bunyi saat ditekuk, tanpa rasa nyeri yang mengikuti.

Di tahap ini banyak orang belum menganggapnya keluhan, dan memang belum mengganggu apa-apa. Justru di sinilah perubahan kecil paling menentukan, karena sendi masih berfungsi penuh.

Tiga hal yang sebaiknya dilakukan pada tahap ini.

  1. Jaga berat badan. Setiap kilogram tambahan menambah tekanan pada sendi penahan beban, dan ini satu-satunya faktor risiko yang sepenuhnya bisa Anda ubah sendiri.
  2. Jangan menghindari gerak. Lutut yang jarang digerakkan justru makin kaku. Kemenkes menyarankan latihan aktif di rumah untuk menjaga elastisitas dan kekuatan otot. Pilih yang tidak membenturkan sendi, seperti berjalan di permukaan rata, bersepeda statis, atau berenang.
  3. Kurangi posisi jongkok yang lama. Pekerjaan atau kebiasaan yang memberi tekanan berulang pada lutut termasuk faktor yang mempercepat keausan.

Tahap Menengah, Mulai Terasa Saat Naik Turun Tangga

Yang terasa, nyeri muncul pada aktivitas tertentu, terutama menuruni tangga, bangkit dari kursi rendah, atau berjalan jauh. Reda setelah istirahat, tetapi kembali setiap kali aktivitas itu diulang. Bunyi saat ditekuk kini disertai rasa tidak nyaman.

Inilah tahap ketika kebanyakan orang mulai mencari tahu. Pada usia dewasa, penyebab tersering di tahap ini adalah osteoartritis, yang di masyarakat disebut pengapuran sendi. Menurut Kementerian Kesehatan, kondisi ini terjadi ketika tulang rawan sendi mengalami kerusakan, dan paling sering menyerang sendi tangan, lutut, pinggul, serta tulang belakang.

Tanda lain yang disebut Kemenkes pada lutut meliputi pembengkakan, kemerahan, rasa hangat, serta krepitasi, yaitu bunyi yang terdengar atau terasa saat sendi digerakkan.

Tiga hal yang sebaiknya dilakukan pada tahap ini.

  1. Kuatkan otot paha depan. Otot paha yang kuat bekerja seperti peredam bagi sendi lutut. Latihan sederhana yang biasa dianjurkan dimulai dengan berbaring telentang, luruskan satu kaki, lalu tekan bagian belakang lutut ke lantai dan tahan beberapa detik. Lakukan perlahan dan hentikan bila nyeri bertambah.
  2. Perbaiki cara menuruni tangga. Menuruni membebani lutut lebih berat daripada menaiki. Turunkan kaki yang lebih lemah lebih dulu, pegang pegangan, dan jangan terburu-buru.
  3. Redakan saat sedang kambuh. Kemenkes menyebut merendam sendi yang nyeri dalam air hangat sebagai salah satu cara penanganan yang umum.

Baca Juga : Pegal Linu Obatnya Apa? Ini 8 Cara yang Bisa Dicoba

Tahap Lanjut, Terasa Nyeri Meski Sedang Diam

Yang terasa, nyeri tidak lagi menunggu aktivitas. Muncul saat duduk, saat berbaring, kadang mengganggu tidur. Lutut mulai terasa tidak stabil, dan Anda mengubah cara berjalan tanpa sadar untuk menghindarinya.

Tahap ini bukan untuk ditangani sendiri. Yang dibutuhkan adalah diagnosis, bukan percobaan. Pemeriksaannya sendiri tidak rumit, dimulai dari pemeriksaan fisik dan riwayat keluhan, lalu dilanjutkan rontgen bila diperlukan.

Satu hal perlu diterima lebih awal, bahwa osteoartritis termasuk kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Penanganannya bertujuan meredakan keluhan dan menjaga fungsi sendi, bukan mengembalikan tulang rawan yang sudah rusak. Karena itu, produk apa pun yang menjanjikan sendi kembali seperti semula patut Anda curigai.

Tanda yang Perlu Ditangani Segera!

Sebagian keluhan lutut tidak mengikuti pola bertahap di atas, dan itu justru yang perlu diwaspadai. Periksakan diri sekarang juga bila lutut Anda:

  • Tidak mampu menopang berat badan sama sekali.
  • Terkunci atau tidak bisa diluruskan.
  • Berubah bentuk setelah terjatuh atau terbentur.
  • Membengkak hanya pada satu sendi, disertai demam

Yang terakhir bisa menandakan infeksi pada sendi, dan kondisi itu tidak boleh ditunda.

Yakin Ini Sendi, Bukan Otot atau Saraf?

Satu pembeda praktis dari pegal otot biasa, nyeri sendi terasa terlokalisasi pada titik sendinya, memburuk saat menahan beban, dan datang berulang dalam pola yang sama selama berbulan-bulan.

Perbedaannya dengan kondisi sendi lain seperti asam urat dan rheumatoid arthritis sudah dibahas terpisah, begitu pula bedanya dengan nyeri akibat saraf yang tertekan.

Baca Juga : Penyebab Badan Pegal Linu, dari yang Ringan sampai yang Perlu Diwaspadai

Soal Obat dan Jamu

Bila nyeri berulang selama berminggu-minggu, yang dibutuhkan bukan menambah dosis obat pereda nyeri, melainkan mengetahui penyebabnya.

Hal yang sama berlaku untuk jamu. Tidak ada produk jamu yang diberi klaim menyembuhkan pengapuran sendi, karena izin edar golongan ini memang tidak memberikannya. Cara memeriksanya gratis dan kurang dari tiga menit melalui Cek BPOM. Pertimbangan lain sebelum memilih produk herbal, termasuk interaksinya dengan obat pengencer darah, dibahas terpisah.

Zuo Hao Shi terdaftar dengan nomor TR 233073191, dan klaimnya terbatas pada membantu meredakan pegal linu serta nyeri pada persendian. Tidak lebih dari itu, dan sifatnya membantu meredakan keluhan, bukan memperbaiki kerusakan sendi.

Produk herbal sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil dan menyusui, anak-anak, serta penderita gangguan fungsi hati atau ginjal tanpa konsultasi lebih dulu. Bagi yang sedang menjalani pengobatan dari dokter, tanyakan dulu kepada dokter atau apoteker.

Baca Juga : Rebusan atau Obat Pegal Linu Herbal, Mana yang Lebih Efektif?

Siapa yang Lebih Cepat Sampai ke Tahap Berikutnya?

Kecepatan perpindahan antartahap berbeda pada tiap orang. Beberapa hal yang mempercepatnya adalah berat badan berlebih, usia yang bertambah, jenis kelamin perempuan, riwayat cedera lutut, pekerjaan dengan tekanan berulang pada sendi, serta riwayat keluarga.

Tiga yang pertama tidak sepenuhnya bisa diubah. Tetapi berat badan, cara bergerak, dan kekuatan otot paha bisa, dan ketiganya cukup berpengaruh untuk memperlambat lajunya.

Kesimpulan

Nyeri sendi lutut jarang datang mendadak. Ia menumpuk dari kebiasaan bertahun-tahun, lalu muncul bertahap dari kaku di pagi hari sampai nyeri yang menetap.

Yang membedakan hasil akhirnya bukan usia, melainkan di tahap mana seseorang mulai bertindak. Di tahap awal, menjaga berat badan dan tetap bergerak sudah cukup berpengaruh. Di tahap menengah, penguatan otot paha dan perbaikan cara bergerak masih bisa menahan lajunya. Di tahap lanjut, yang dibutuhkan adalah pemeriksaan, bukan percobaan sendiri.

Kalau Anda sudah menemukan posisi Anda di tabel awal artikel ini, langkah berikutnya tinggal menjalankannya hari ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah lutut berbunyi selalu berbahaya? Tidak selalu. Bunyi tanpa nyeri, bengkak, atau kaku umumnya tidak bermasalah. Yang perlu diperiksa adalah bunyi yang disertai nyeri dan keterbatasan gerak.

Apakah pengapuran sendi bisa sembuh? Osteoartritis termasuk kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Penanganannya bertujuan meredakan keluhan dan menjaga fungsi sendi agar tidak cepat memburuk.

Benarkah sering jongkok menyebabkan nyeri lutut? Tekanan berulang pada sendi, termasuk dari posisi jongkok yang sering dan lama, termasuk faktor yang menambah risiko. Bukan satu-satunya penyebab, tetapi berpengaruh.

Apakah penderita nyeri lutut boleh berolahraga? Boleh, bahkan dianjurkan. Pilih aktivitas yang tidak membenturkan sendi dan hentikan bila nyeri bertambah.

Apakah jamu bisa menyembuhkan nyeri sendi? Tidak. Produk jamu terdaftar hanya boleh mencantumkan klaim membantu meredakan nyeri pada persendian, bukan menyembuhkan penyebabnya.

Artikel lainnya