Lima Bahan di Dalam Zuo Hao Shi dan Peran Masing-masing

Zuo Hao Shi berisi lima bahan: jahe, serai wangi, kayu manis, cengkeh, dan akar peony. Kelimanya tercantum pada izin edar TR 233073191, dan masing-masing memakai bagian tanaman yang berbeda, mulai dari rimpang, daun, kulit batang, bunga, sampai akar.
Daftar bahan biasanya dilewati begitu saja saat membeli produk herbal. Padahal di situlah letak informasi yang paling bisa diperiksa: nama ilmiahnya, bagian tanaman yang dipakai, dan seberapa umum bahan itu dikenal. Halaman ini menguraikan kelimanya satu per satu, apa adanya, tanpa menambahkan janji di luar yang terdaftar.
Kenapa Lima Bahan, Bukan Satu
Racikan obat tradisional jarang berdiri di atas satu bahan tunggal. Pola turun-temurunnya adalah menggabungkan beberapa bahan yang saling melengkapi karakternya, sesuatu yang berlaku baik pada jamu Indonesia maupun pada pengobatan tradisional Tiongkok.
Pada Zuo Hao Shi, kelima bahannya berasal dari lima bagian tanaman yang berbeda. Tidak ada dua bahan yang memakai bagian yang sama, dan itu bukan kebetulan. Bagian tanaman menentukan kandungan yang dibawanya: rimpang, kulit batang, dan akar menyimpan senyawa yang berbeda dari daun atau bunga.
Satu botol berisi 30 kapsul dengan bobot 500 mg per kapsul.
Jahe dan Serai Wangi
Dua bahan ini adalah kelompok yang paling dikenal masyarakat Indonesia, meski salah satunya sering disalahpahami.
Jahe (Zingiber officinale)
Yang dipakai adalah rimpangnya, bagian batang yang tumbuh mendatar di bawah tanah dan sering dikira akar. Jahe termasuk bahan yang paling lama dipakai dalam ramuan tradisional Indonesia untuk keluhan sehari-hari, dan sifat menghangatkannya sudah dikenal jauh sebelum kandungannya diteliti secara ilmiah.
Karena jahe juga lazim dipakai dalam bentuk rebusan rumahan, perbandingan antara keduanya sudah dibahas terpisah.
Baca Juga : Rebusan atau Obat Pegal Linu Herbal, Mana yang Lebih Efektif
Serai Wangi (Cymbopogon nardus)
Ini bahan yang paling sering disalahartikan. Serai wangi bukan serai yang dipakai memasak. Serai dapur adalah Cymbopogon citratus, sementara yang terdaftar pada Zuo Hao Shi adalah Cymbopogon nardus, spesies yang berbeda meski satu marga.
Perbedaannya tidak berhenti di nama. Pada masakan, yang dipakai adalah batang serai dapur. Pada Zuo Hao Shi, yang dipakai adalah daun serai wangi. Bagian tanaman dan spesiesnya sama-sama berbeda, jadi ini bukan bahan dapur yang dimasukkan ke kapsul.
Kayu Manis dan Cengkeh
Kelompok kedua adalah dua rempah yang sudah lama jadi komoditas dagang Indonesia, dan keduanya memakai bagian tanaman yang tidak biasa.
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)
Yang dipakai adalah kulit batangnya, bukan kayunya, meski namanya kayu manis. Kulit itu dikupas, dikeringkan, lalu menggulung sendiri membentuk batangan yang dikenal orang.
Spesiesnya juga spesifik. Cinnamomum burmannii adalah kayu manis asli Indonesia, berbeda dari Cinnamomum verum yang berasal dari Sri Lanka dan biasa disebut kayu manis Ceylon. Keduanya sama-sama disebut kayu manis dalam bahasa sehari-hari, padahal berbeda spesies dan berbeda asal.
Pemakaian spesies Indonesia ini sejalan dengan status izin edarnya sebagai produksi dalam negeri.
Cengkeh (Syzygium aromaticum)
"Cengkeh terdaftar dengan bagian bunga Yang perlu diketahui, rempah cengkeh yang dikenal orang" sebenarnya adalah kuncup bunga yang dipetik sebelum mekar lalu dikeringkan. Kalau dibiarkan mekar, nilainya sebagai rempah justru hilang.
Cengkeh adalah salah satu rempah yang membuat kepulauan Indonesia dicari pedagang dunia berabad-abad lalu, dan sampai sekarang Indonesia masih termasuk produsen utamanya.
Akar Peony (Paeonia lactiflora)
Ini bahan yang paling asing bagi kebanyakan orang Indonesia, dan sekaligus yang paling menjelaskan karakter produknya.
Peony dikenal luas sebagai tanaman hias berbunga besar. Yang dipakai di sini bukan bunganya, melainkan akarnya. Paeonia lactiflora adalah salah satu bahan klasik dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dipakai turun-temurun dalam berbagai ramuan, dan akarnya diolah dengan cara tertentu sebelum digunakan.
Kehadiran akar peony inilah alasan Zuo Hao Shi berkarakter Tionghoa, bukan sekadar penamaan. Empat bahan lainnya adalah rempah yang tumbuh dan dikenal luas di Indonesia, sementara bahan kelima ini berasal dari tradisi peracikan yang berbeda. Kombinasi keduanya yang membentuk formulanya.
Yang Tidak Dijanjikan oleh Daftar Bahan
Bagian ini perlu ditegaskan supaya tidak salah dibaca.
Menyebut kandungan sebuah bahan tidak sama dengan menjanjikan efeknya. Daftar bahan menyatakan apa yang ada di dalam kapsul, bukan apa yang akan terjadi setelah diminum. Keduanya sering dicampuradukkan dalam pemasaran produk herbal, dan itu yang membuat pembeli sulit membedakan informasi dari janji.
Zuo Hao Shi termasuk golongan jamu. Klaim yang terdaftar untuk TR 233073191 adalah "membantu meredakan pegal linu, nyeri pada persendian", dan itulah satu-satunya klaim yang berlaku. Klaim itu melekat pada produknya secara keseluruhan, bukan pada bahan per bahan. Tidak ada satu pun dari kelima bahan di atas yang punya klaim tersendiri pada izin edarnya.
Golongan jamu sendiri berarti dasarnya adalah pengalaman turun-temurun, bukan uji klinis pada manusia. Tingkatan pembuktian antar golongan obat bahan alam dibahas terpisah.
Baca Juga : Beda Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka
Cek Sendiri Komposisinya
Kelima bahan di atas bukan keterangan yang hanya ada di halaman ini. Semuanya tercantum pada kemasan dan terdaftar pada izin edarnya, jadi bisa dicocokkan sendiri tanpa perlu menghubungi siapa pun.
Ketik TR 233073191 di cekbpom.pom.go.id, lalu bandingkan nama produk dan nama pendaftar yang muncul dengan yang tertera pada botol di tangan Anda.
Baca Juga : Cara Cek Nomor Izin Edar BPOM Jamu dan Obat Herbal
Ingin Mencoba Zuo Hao Shi?
Satu botol berisi 30 kapsul @ 500 mg, terdaftar BPOM TR 233073191, bersertifikat halal MUI, dan dikirim langsung dari gudang di Jember.
Lihat pilihan paket dan cara pemesanannya di halaman Paket & Harga Zuo Hao Shi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja kandungan Zuo Hao Shi?
Lima bahan: jahe (Zingiber officinale), serai wangi (Cymbopogon nardus), kayu manis (Cinnamomum burmannii), cengkeh (Syzygium aromaticum), dan akar peony (Paeonia lactiflora). Semuanya tercantum pada izin edar TR 233073191.
Apakah serai wangi sama dengan serai yang dipakai memasak?
Tidak. Serai dapur adalah Cymbopogon citratus, sementara yang terdaftar pada Zuo Hao Shi adalah Cymbopogon nardus. Spesiesnya berbeda, dan bagian yang dipakai juga berbeda: daun, bukan batang.
Apa itu akar peony dan kenapa ada di dalamnya?
Akar peony berasal dari tanaman Paeonia lactiflora, salah satu bahan klasik dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Bagian yang dipakai adalah akarnya, bukan bunganya.
Apakah bahan-bahannya berasal dari Indonesia?
Zuo Hao Shi terdaftar dengan kode TR yang berarti produksi dalam negeri. Empat dari lima bahannya adalah rempah yang tumbuh luas di Indonesia, termasuk kayu manis spesies Cinnamomum burmannii yang memang asli Indonesia.
Apakah setiap bahan punya khasiat sendiri-sendiri?
Klaim yang terdaftar melekat pada produknya secara keseluruhan, yaitu membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian. Tidak ada klaim terpisah untuk masing-masing bahan.



