Skip to main content
Semua artikel

Beda Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka

Zuohaoshi Official 5 menit baca
Beda Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka

Di Indonesia, obat bahan alam dibagi Badan POM menjadi tiga golongan, yaitu jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Ketiganya merupakan kategori obat bahan alam yang diatur BPOM. Produk yang beredar secara legal harus memenuhi ketentuan dan memiliki izin edar sesuai kategorinya.

Yang membedakan bukan mutu bahannya, melainkan seberapa jauh khasiatnya sudah dibuktikan. Dan pembuktian itulah yang menentukan klaim apa yang boleh dicantumkan pada kemasan, yang langsung berguna saat Anda membandingkan dua produk di rak yang sama.

Perbandingan singkat

JamuObat Herbal TerstandarFitofarmaka
Dasar khasiatPengalaman turun-temurunUji praklinikUji praklinik + uji klinik
Diuji padaTidak diuji formalHewan / laboratoriumManusia
Bahan bakuTidak wajib distandarkanDistandarkanDistandarkan
PenandaRanting daun dalam lingkaranJari-jari daun dalam lingkaranJari-jari daun membentuk bintang
Kode izin edarTR / TI / TLHTFF
Bunyi klaim"Membantu meredakan…""Membantu meredakan…"Boleh menyebut indikasi medis
Jumlah di IndonesiaRibuanPuluhanKurang dari 30

Jamu

Golongan paling dasar, dan paling banyak jumlahnya. Dasarnya adalah pengalaman turun-temurun, yaitu pemakaian yang sudah berlangsung lama di masyarakat. Jamu tidak wajib melewati uji praklinik maupun uji klinik.

Konsekuensinya langsung terlihat pada kemasan: klaim yang boleh dipakai bersifat membantu, bukan mengobati. Kalimat seperti "membantu meredakan pegal linu" adalah bentuk yang lazim dan memang itulah batasnya. Jamu tidak boleh mengklaim menyembuhkan penyakit.

Bahan bakunya juga tidak wajib distandarkan. Artinya kadar zat aktif antara satu bets produksi dan bets berikutnya bisa berbeda. Hal ini wajar untuk bahan alam, tapi perlu diketahui.

Obat Herbal Terstandar (OHT)

Satu tingkat di atasnya. Dua hal yang membedakannya dari jamu:

  • Bahan bakunya sudah distandarkan. Kadar zat aktifnya dijaga konsisten antar-bets produksi.
  • Khasiatnya sudah dibuktikan lewat uji praklinik, yaitu pengujian pada hewan atau di laboratorium. Belum pada manusia.

Karena pengujiannya belum sampai ke manusia, klaim OHT masih dalam bentuk "membantu", sama seperti jamu. Yang bertambah adalah dasar ilmiahnya, bukan keleluasaan klaimnya. Jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jamu.

Fitofarmaka

Golongan tertinggi dan paling sedikit jumlahnya. Selain bahan baku terstandar dan uji praklinik, khasiatnya sudah dibuktikan lewat uji klinik pada manusia.

Karena itu fitofarmaka boleh mencantumkan indikasi medis dan boleh diresepkan berdampingan dengan obat dalam praktik kedokteran. Prosesnya panjang dan mahal, dan itulah sebabnya jumlahnya sedikit.

Mengenali penandanya di kemasan

Ketiga golongan punya logo resmi berwarna hijau yang wajib tercetak pada kemasan. Bentuknya bertingkat, mengikuti tingkat pembuktiannya:

  • Jamu — gambar ranting daun di dalam lingkaran.
  • Obat Herbal Terstandar — gambar jari-jari daun (tiga pasang) di dalam lingkaran.
  • Fitofarmaka — gambar jari-jari daun yang menyatu membentuk bintang di dalam lingkaran, sepintas menyerupai kristal salju.

Kalau logonya sulit dikenali karena cetakannya kecil, cara yang lebih cepat adalah membaca huruf awal nomor izin edarnya, yaitu TR dan TI untuk jamu, HT untuk obat herbal terstandar, dan FF untuk fitofarmaka. Cara memeriksanya ada di panduan cek nomor izin edar BPOM.

Kenapa golongan menentukan bunyi iklan

Inilah bagian yang paling berguna saat berbelanja.

Golongan menentukan apa yang boleh dijanjikan. Produk golongan jamu yang iklannya menjanjikan kesembuhan, menyebut dirinya "teruji klinis", atau memakai perbandingan foto sebelum–sesudah, sedang menjanjikan sesuatu di luar golongannya sendiri. Klaim itu tidak menjadi sah hanya karena produknya benar-benar terdaftar.

Aturannya sederhana: "teruji klinis" hanya bisa dipakai fitofarmaka. Kalau nomor izin edarnya berawalan TR atau TI, sementara iklannya menyebut uji klinis, ada yang tidak cocok.

Apakah golongan yang lebih tinggi selalu lebih baik?

Tidak otomatis. "Lebih tinggi" berarti lebih banyak bukti, bukan selalu lebih cocok untuk Anda.

Untuk keluhan ringan sehari-hari, jamu yang terdaftar dan diproduksi dengan benar sudah lazim dipakai turun-temurun. Untuk kondisi yang butuh penanganan medis, yang dibutuhkan bukan naik golongan melainkan pemeriksaan dokter — dan fitofarmaka pun tidak menggantikan itu.

Yang lebih menentukan daripada golongan adalah tiga hal ini: produknya terdaftar, klaimnya tidak melebihi golongannya, dan Anda tahu persis kondisi apa yang sedang Anda hadapi.

Di golongan mana Zuo Hao Shi?

Zuo Hao Shi bernomor TR 233073191 — golongan jamu, produksi dalam negeri. Klaim yang terdaftar untuknya adalah membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian.

Itu batas yang kami pakai di seluruh halaman toko ini, dan kami menyebutkannya di depan justru supaya Anda punya pembanding. Kalau ada penjual mana pun yang menawarkan produk ini dengan janji melebihi kalimat di atas, sekarang Anda tahu bahwa janji itu melampaui apa yang terdaftar.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah jamu kalah aman dibanding fitofarmaka?

Bukan soal aman atau tidak — ketiganya sama-sama harus memenuhi syarat keamanan untuk bisa terbit izin edarnya. Yang berbeda adalah seberapa jauh khasiatnya sudah dibuktikan secara formal.

Apakah jamu boleh menulis "obat" pada kemasannya?

Jamu termasuk kategori obat tradisional, dan kata itu boleh muncul dalam konteks tersebut. Yang tidak boleh adalah mengklaim menyembuhkan penyakit tertentu.

Kenapa fitofarmaka sedikit sekali?

Karena uji klinik pada manusia butuh waktu bertahun-tahun dan biaya besar. Sebagian besar produsen berhenti di golongan jamu.

Bisakah satu produk naik golongan?

Bisa, kalau produsennya menjalani rangkaian ujinya dan mengajukan pendaftaran ulang. Beberapa fitofarmaka yang ada sekarang memang berawal sebagai jamu.

Apakah bersertifikat halal sama dengan terdaftar BPOM?

Tidak. Keduanya lembaga dan penilaian yang berbeda. Halal menyangkut kehalalan bahan dan prosesnya; izin edar BPOM menyangkut keamanan, mutu, dan klaimnya. Satu produk bisa punya keduanya, dan sebaiknya memang punya keduanya.


Bacaan lanjutan: cara cek nomor izin edar BPOM untuk memastikan produknya terdaftar, dan cara menyimpan jamu kapsul supaya mutunya bertahan sampai tanggal kedaluwarsanya.

Produk yang dibahas

Artikel lainnya